Jumat, 13 November 2009
CICAK VS BUAYA
Minggu, 08 November 2009
Soal Durasi Kunjungan, Microsoft Kalahkan Facebook
Minggu, 8 November 2009 - 10:03 wib
SAN FRANSISCO - Meski Google menang untuk kategori mesin pencarian, dan Facebook menang sebagai jejaring sosial terbesar namun untuk masalah durasi penggunaan, Windows Live Messenger (WLM) ternyata mendominasi.
Dilansir Blog Seattle PI, Minggu (8/11/2009), situs milik Microsoft itu memiliki pengguna yang cukup loyal sehingga mereka rela berlama-lama berada di WLM. Penelitian perusahaan riset ComScore menemukan, pada bulan September WLM mendominasi penggunaan waktu di internet. Bahkan total penggunaan WLM mencapai 14,5 persen dari total durasi penggunaan internet selama satu bulan, mengalahkan durasi penggunaan Google, Yahoo, Facebook dan situs lainnya.
Total durasi yang dihasilkan oleh para pengguna internet saat mengunjungi WLM adalah 3,9 miliar jam, atau sekira 70 persen dari total kunjungan ke situs Microsoft lainnya.
Sedangkan ke Google, para pengguna internet menghasilkan durasi kunjungan sekira 2,5 miliar jam. Sedangkan durasi berkunjung ke YouTube total mencapai 1,2 miliar, masih kalah dengan total durasi kunjungan ke Facebook yang mencapai 1,4 miliar jam. Bahkan total durasi yang dihasilkan oleh Facebook ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding perolehan pada bulan yang sama tahun lalu.
Sayangnya, beberapa situs mengalami penurunan waktu kunjungan, seperti Yahoo, Baidu dan AOL. Yang terparah, Yahoo mengalami penurunan waktu kunjungan hingga 14 persen. Jika pada September tahun lalu total durasi kunjungan ke Yahoo mencapai 2 miliar jam maka pada bulan yang sama tahun ini hanya mencapai 1,7 miliar jam.
Sedangkan Baidu dan AOL, masing-masing mengalami penurunan waktu kunjungan 7 dan 12 persen.
Pada bulan September ini ComScore menjumlahkan total keseluruhan durasi kunjungan ke internet mencapai 27 miliar jam, atau meningkat sekira 24 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu, yang hanya mencapai 22 miliar jam. (srn)
Senin, 02 November 2009
Pemain Thailand Suchao Nutnum Akan Tiba Sore Ini
Membeludaknya penonton yang memenuhi Stadion Persib Jalan Ahmad Yani Bandung, Senin (2/11) sore, membuat program latihan skuad "Pangeran Biru" terganggu. Ribuan penonton yang ingin melihat kiper baru Persib asal Thailand Sinthaweechai "Kosin" Hathairattanakool membanjiri stadion, bahkan meluber sampai ke lapangan hingga membuyarkan konsentrasi Cristian Gonzales dkk. Walhasil, latihan pun berjalan tidak fokus.
Bahkan saat pemain diinstruksikan berlatih melesakkan bola ke gawang untuk mengasah naluri gol mereka, si kulit bundar melesat tak tentu arah. Pemain seakan sengaja menembakkan bola ke segala arah tanpa langsung mengarahkannya ke gawang.
Pelatih Jaya Hartono tidak dapat berkomentar banyak dengan kondisi tersebut. Ia hanya kembali meminta bobotoh untuk bersikap tertib, menonton di tribun yang sudah disediakan dan tidak masuk ke lapangan karena dapat mengganggu konsentrasi pemain.
Kondisi yang sudah berulang kali terjadi itu akhirnya membuat Jaya melaporkan hal tersebut kepada manajer. Ia meminta agar manajemen mengizinkan perpindahan latihan ke tempat lain yang lebih representatif.
"Saya minta kalau boleh kami pindah ke lapangan lain. Mungkin mulai besok (Selasa-red.) kami mulai berlatih di tempat yang baru," ucap Jaya seusai latihan. Selain karena faktor penonton, kondisi lapangan yang keras juga menjadi alasan lain yang membuat Jaya meminta perpindahan tempat latihan.
Menurut Jaya, lapangan Stadion Persib saat ini sangat keras dan diperparah dengan permukaan yang tidak rata. Lekukan permukaan lapangan itu yang dapat membahayakan pemain, seperti Gilang Angga yang pekan lalu mengalami cedera setelah terpeleset di bagian lapangan yang agak menjorok ke dalam. Selain Gilang, Aji Nurpijal dan Airlangga pun mengeluhkan kondisi lapangan yang keras dan pernah pula mengalami cedera ankle karenanya.
Menanggapi permintaan tersebut, Manajer Umuh Muchtar mengatakan ia tengah mengusahakan agar Persib dapat menggunakan lapangan Stadion Siliwangi. Ia sudah menjalin komunikasi dengan Kajasdam III/Siliwangi Letkol Inf. Prasodjo Budi supaya Persib diizinkan menggunakan lapangan mulai Selasa (3/11) sore ini.
"Kalau di Siliwangi, pasti latihan bisa berjalan lebih lancar karena penonton pun akan berlaku lebih tertib. Selama latihan di Stadion Siliwangi, lapangan Stadion Persib mungkin bisa sambil dirawat supaya saat hujan sudah turun yang membuat lapangan tidak lagi keras, latihan bisa kembali dilakukan di Ahmad Yani," tutur Umuh.
Lebih lanjut Umuh mengatakan, pada sesi latihan Selasa (3/11) sore nanti, pemain baru Persib asal Thailand lainnya, Suchao Nutnum, direncanakan sudah bisa hadir. Pemain yang memiliki wajah ganteng ini akan tiba di Bandung sore hari. Kalaupun belum bisa ikut berlatih, yang penting pemain yang juga memperkuat tim nasional Thailand tersebut benar-benar bergabung dengan Persib.
Dengan kehadiran Suchao di tim, Jaya Hartono akan mengembalikan Atep ke posisinya semula sebagai gelandang sayap kanan. Jaya amat berharap Suchao dan Atep yang dapat bergerak cepat bisa memberi suplai-suplai bola yang lebih lancar kepada Cristian Gonzales, Hilton Moreira, atau Budi Sudarsono. Suplai bola dari sayap inilah yang minim dimiliki Persib di dua pertandingan awalnya di Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010 kontra Persiba Balikpapan dan PSM Makassar.
Ketajaman umpan-umpan Atep dan Suchao akan diuji saat Persib menggelar partai uji coba melawan Persib U-21 pada Kamis (5/11). Selain untuk melihat ketajaman dua pemain sayap tersebut, Jaya juga ingin menilai kemampuan organisasi pertahanan anak buahnya.
"Yang penting pemain harus disiplin, baik saat menggalang serangan maupun ketika harus siap kembali bertahan dari gempuran balik lawan," ucapnya.
Untuk mempersiapkan kemampuan tersebut, Jaya tengah memfokuskan pemainnya dalam hal pertahanan. Sejauh ini baru pertahanan di lini belakang, tetapi kemudian akan bertahap ke lini tengah, hingga akhirnya depan.
Usai partai uji coba, dua pemain Thailand Kosin dan Suchao harus kembali ke negaranya. Mereka harus berkumpul dengan tim nasional Thailand guna mempersiapkan diri sebelum menghadapi Singapura di ajang Pra-Piala Asia 2011 pada 14 dan 18 November. Setelah itu, pada 19 November keduanya kembali ke Bandung untuk memperkuat Persib yang akan menjamu Pelita Jaya Karawang dan Persitara Jakarta Utara.
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi meteor ketika menuju bumi.
Selasa, 27 Oktober 2009 | 16:06 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Pakar astronomi mengungkapkan bahwa ledakan besar yang terjadi di perairan Teluk Bone pada 8 Oktober 2009 lalu adalah akibat jatuhnya meteorit yang berasal dari asteroid berdiameter sekitar 10 meter ke bumi.
"Ledakan terjadi karena tekanan atmosfer menyebabkan pelepasan energi yang cukup besar, di mana kecepatan jatuh meteorit tersebut sekitar 20,3 km per detik atau 73.080 km per jam," kata pakar astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Dr Thomas Djamaluddin di Jakarta, Selasa (27/10).
Sistem pemantau internasional untuk larangan percobaan nuklir dari 11 stasiun, ujarnya, melaporkan telah mendeteksi adanya ledakan besar yang berpusat di sekitar lintang 4,5 LS dan bujur 120 BT, sekitar pukul 11.00 Wita pada 8 Oktober. Analisis ledakan menunjukkan bahwa kekuatan ledakan sekitar 50 kiloton TNT (trinitrotoluena) dan sinyal ledakan tersebut juga mencapai stratosfer yang tingginya lebih dari 20 km.
Kebanyakan asteroid yang jatuh tidak menyebabkan kerusakan di bumi, kecuali diameternya mencapai lebih dari 25 meter. Dikatakan Djamal, berdasarkan perkiraan sebaran meteoroid-asteroid di antariksa dekat bumi, obyek seperti itu punya kemungkinan jatuh di bumi setiap 2 sampai 12 tahun.
Pada Kamis (8/10), warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dikejutkan dengan adanya suara ledakan di mana sejumlah saksi mata sempat melihat benda memancarkan api dan asap di udara.
Namun, informasi yang beredar simpang siur, kebanyakan mengira ledakan itu merupakan ledakan pesawat jet tempur Sukhoi yang sedang melakukan latihan dari markasnya di Skuadron Udara 11 Pangkalan Udara Sultan Hassanuddin, Makassar.
Sedangkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) IV Makassar sempat mengaku telah terjadi gempa kecil sebesar 1,9 skala Richter (SR) di permukaan di perbatasan Kabupaten Bone dan Wajo, di mana di wilayah tersebut terdapat Patahan Sa`dang.
Warga lainnya menyebutkan, ledakan yang sempat menimbulkan getaran di darat tersebut disebabkan aksi bom ikan yang dilakukan nelayan setempat, tetapi ada pula warga yang telah menduga bahwa benda tersebut adalah meteorit.