Sabtu, 22 Januari 2011

Lirik Lagu Vierra-Don't Cry

VIERRA - Don't Cry

I want you the stay the night
I want to the say that i'll be here
I need to hear it..
Let’s go outside and see
See the star and closes our feel with love
I don’t want miss it..
Hear wait up wait up
Don’t to run to fast me
Coz I care we care the story must go on..

Reff:
Don’t crying I want you don't know that we still need you
Don’t crying listen to our heart and never whisper
Don’t trying to forget your dream and get away with think

Huuu.. Huuu.. Huuu..

Listen to the radio..
We used to sing along with all song hey!
I mainly stays inside
So, wait up, wait up
Don’t to run to fast me
Coz I care we care the story must go on..

*Back to reff

Come on everybody
Come on say and share your dreams
Don't you fake it, fake it
Fake it, fake it
Come on everybody
Come on say and share your dreams
Don't you fake it, fake it
Fake it, fake it

*Back to Reff

Sory All....klo ada kata-kata yang tidak sesuai....
maklum catet sendiri..........cuma mo share aja...

Selasa, 27 April 2010

Mafia

Bulan-bulan ini Indonesia sangat sering sekali di perbincangkan nama Mafia,yaitu tentang mafia hukum, memang ini bukan cerita baru di Indonesia. Mungkin setiap lembaga hukum di negara ini mempunyai MARKUS, bukan Markus kiper Persib Bandung, tetapi Makelar Kasus (MARKUS).
Di Indonesia banyak sekali kasus-kasus yang sebenarnya membingungkan rakyat kecil, cerita markus mafia hukum ini menjadi hangat ketika di beberkan oleh mantan KABARESKRIM POLRI yaitu Susno Duadji yang menceritakan bahwa di tubuh POLRI terdapat makelar kasus yang melibatkan petinggi POLRI tentang kasus markus di Dirjen pajak,yach itulah awal yang baik,yang di lakukan oleh pak susno untuk pemberantasan MARKUS mafia hukum di negri ini.
Di indonesia sendiri, kalau bercerita tentang Mafia mungkin terlalu banyak kelompok mafia di negri ini. Salah satu yang terlihat saat ini adalah di badan Persepakbolaan Indonesia yaitu PSSI, di mana ada sebuah mafia yaitu mafia perwasitan yang sangat marak di lakukan oleh para team yang sedang kesulitan dalam mencapai kemenagan dan menyuap wasit agar berpihak ke salah satu team tersebut.
Memang sudash menjadi fenomena yang biasa, kejadian ini terlihat jelas ketika pertandingan Pelita Jaya Vs Persib Bandung di stadion Singaperbangsa Karawang tanggal 24 april yang lalu, di mana kepimpinan wasit terlihat jelas sangat berat sebelah ke team pelita yang notabene adalah team yang sedang berjuang untuk tidak terdegradasi.
Pesib pun menyerah dengan skor 2-1,akhirnya pun pertandingan berakhir ricuh ini di menangkan pelita jaya, dengan kegagalan keadilan di lapangan ini, Persib berarti dua kali di kerjai wasit, yang pertama ketika ISL tahun lalu ketika melawan Persitara di lamongan.
Dengan adanya KSN( Kongres Sepakbola Nasional ) di malang yang sudah selesai, yang menghasilkan beberapa draft kesepakatan, salah satunya menghapus mafia perwasitan di persepakbolaan Indonesia,semoga saja bisa terlaksana demi kebangkitan persepakbolaan di tanah air ini.

Kamis, 08 April 2010

Fucking Love.....Shit Girl



Pilihlah tuk lupa kan q....bila memang kau siap untuk bertahan dngan
rasa sakitmu,nie pilihanmu...????

berhentilah tuk membuat q merasas bersalah...
dengn hal yang tidak bisa di paksakan...
maaf jika Q menyakitimu...Nie bukan mau Q.
jang tempatkan Q di posisi yang menyudutkan Q,seakan Q salah di matamu...
dengan cintamu bila Q harus memilih,Q kan memilih...tuk tak pernah tumbuh di hatimu....
Q pun tak bisa membalasnya........Q yakin kau mengerti hati tak pernah di paksakan......
Lepaskan Q dengan keikhlasan mu...
Doa q smua yg terbaik tuk mu....

PERSETAN  DENGAN SEMUANYA>>>>>>
CUKUP SAMPAI DI SINI LUKA ITU...

Senin, 15 Maret 2010

Dosa-dosa Besar Barrac Obama di Indonesia

Dosa-dosa Besar Barrac Obama di Indonesia
JAKARTA [voa-islam.com] – Banyak alasan bagi umat Islam yang menolak kedatangan Obama ke Indonesia. Empat alasan di antaranya disebut sebagai dosa besar Obama di Indonesia.

Hal itu terungkap dalam acara “Dialog dan Konsolidasi Kedatangan Obama” di Doekoen Coffe di Jakarta, Ahad (14/3).

"Minimal ada empat dosa imperalisme AS kepada Indonesia. Pertama dosa penghancuran ideologi, kedua dosa sejarah, ketiga dosa ekonomi dan keempat dosa kemanusiaan," demikian disampaikan Salahudin Daeng dari Institute Global Justice.

Salahudin menjelaskan empat dosa besar Obama itu sebagai berikut:

Pertama, dalam waktu yang cukup lama, telah terjadi upaya pencucian otak yang dilakukan Amerika Serikat terhadap para elit ekonomi dan politik Indonesia. Akibatnya, saat ini yang terjadi pemerintah Indonesia jadi harus mau mengikuti ideologi kapitalisme dan neoliberal Amerika.

...Sudah terbukti bahwa Amerika telah mendompleng penjajahan Belanda untuk menanamkan perusahaan-perusahaan mereka di Indonesia...

Kedua, dosa sejarah. Selama ini, sudah terbukti bahwa Amerika telah mendompleng penjajahan Belanda untuk menanamkan perusahaan-perusahaan mereka di Indonesia.

Dosa ketiga, proyek pinjaman oleh IMF dan World Bank yang tujuannya hanya untuk membuat Indonesia terus berutang kepada lembaga donor itu. Sehinga, ekonomi Indonesia menjadi porakporanda.

''Sebaliknya ekonomi mereka lebih mendominasi," kata Salahuddin.

Dosa keempat yang membuat Obama layak ditolak datang ke Indonesia adalah dosa kemanusiaan.

Dalam diskusi di Doekon Coffe, disebutkan oleh Salahudin Daeng bahwa dosa kemanusiaan dilakukan Amerika lewat tangah penjajah Belanda.

''Sebenarnya, saat itu Amerika lah yang melakukan pembantaian kepada para pahlawan dan tokoh nasional yang menolak kapitalisme,'' kata Salahuddin.

Karenanya, dia tidak masalah jika kedatangan Obama ke Indonesia diterima bahkan disambut dengan sebaik-baiknya. Asalkan, Obama bisa memenuhi beberapa persyaratan yang diajukan.

...Obama boleh dite3rima dengan sebaik-baiknya dengan syarat: mau serahkan kembali seluruh kekayaan alam milik Indonesia. Nasionalisasikan seluruh perusahaan Amerika dan hapuskan semua utang luar negeri, karena itu utang najis...

"Kami akan menyambut Obama dengan sebaik-baiknya, asalkan dia mau serahkan kembali seluruh kekayaan alam milik kita. Nasionalisasikan seluruh perusahaan Amerika dan hapuskan semua utang luar negeri, karena itu utang najis," tegas Lalu Hilman Afriandi dari LMNDE.

Karenanya, menurut Lalu, perusahaan milik AS yang berada di Indonesia seperti Freeport, Exxon, Newmont dan lainnya, justru memiskinkan penduduk asli di mana perusahaan itu berdiri.

"Kantong-kantong kemiskinan justru ada dimana mereka berada, juga provokasi dan penghancuran. Bunga-bunga yang kita bayar jutru lebih besar," tandas Lalu.

Sementara, anggota DPP Hizbut Tharir Indonesia, Irwansyah Saefulloh, menilai kedatangan Obama ke Indonesia hanya 'nostlagia ndeso' karena yang bersangkutan pernah menetap empat tahun di Jakarta.

"Obama yang sekarang beda dengan Obama yang dulu. Obama kan dibilang orang yang rendah hati, diam. Tapi kan sekarang dia berbeda, bahkan di negaranya sendiri dia disebut Panglima Perang karena mengirim pasukan ke Afghanistan. Masak mau dielu-elukan di sini," pungkasnya. [taz/inl